Beranda Uncategorized Gubernur Ajak Warga Sumsel, Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Ikan Bioflok

Gubernur Ajak Warga Sumsel, Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Budidaya Ikan Bioflok

Herman Deru : Saya ingin antara pemimpin dengan rakyat. Tidak ada sekat.

 

PALEMBANG,¬† —¬† ¬†Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengajak masyarakat Sumsel untuk dapat memanfaatkan lahan kosong sekitar pekarangan tempat tinggal. Dengan membuka usaha sendiri salah satunya budidaya ikan kolam terpal bundar bioflok.

Hal tersebut diungkapkannya disela-sela safari jum’atnya di Masjid Muhajirin Sukawinatan Lr. Masjid Muhajirin RT. 50 Sukawinatan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang, Jumat(8/2) kemarin lalu.

Usai sholat jumat berjemaah Gubernur meninjau salah satu usaha budidaya ikan warga setempat yang menerapkan media kolam terpal bioflok.

“Ini kreatif, patut dijadikan contoh bagi warga Sumatera Selatan lainnya. Dengan lahan yang terbatas bisa ternak ikan. Jika ini digeluti secara serius akan mendapatkan pemasukan sampingan bagi masyarakat,” tegas Herman Deru.

Lebih lanjut Herman Deru menambahkan, banyak peluang usaha yang dapat dijalankan masyarakat. Bukan saja yang bermukim di pedesaan namun juga yang tinggal di kota Palembang. Ini lanjut dia sudah dibuktikan oleh warga yang bermukim di sekitar lingkungan Masjid Muhajirin Sukawinatan Lr. Masjid Muhajirin RT. 50 Sukawinatan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang. Yang telah menggagas usaha budidaya ikan sistem bioflok dengan media terpal bundar.

- BACA JUGA  Flex Mag: Powerfully simple WordPress theme

“Saya apresiasi apa yang telah diusahakan warga disini. Semoga ini akan menjadi inspirasi bagi warga lainnya,” tambahnya.

Dikesempatan tersebut Gubernur H Herman Deru menyempatkan diri secara langsung melihat sejumlah kolam bioflok yang telah dibudidayakan warga. Bahkan mantan Bupati OKU Timur dua periode ini sempat menabur pakan dan mengangkat ikan dalam kolam terpal dengan menggunakan jaring.

“Usaha budidaya ikan seperti ini bisa diterapkan karena sangat murah. Tidak membutuhkan lahan yang luas. Dan sumber air yang banyak. Dalam satu kolam bisa menjadi media bagi 1000 ekor ikan lele jenis sangkuriang. Tadi pengakuan warga panennya setiap 90 hari. Biaya produksi sekitar Rp 15 ribu perkilonya. Sedangkan harga jual 20 sampai 22 ribu per kilonya. Ini akan sangat menguntungkan masyarkat kita,” papar Gubernur.

- BACA JUGA  8 Fall outfit ideas brought to you by celebs

Untuk diketahui, sistem budidaya ikan bioflok cocok untuk budidaya semua jenis ikan seperti ikan lele, ikan nila, ikan gurame, ikan patin dan jenis ikan sungai lainnya.

Kolam terpal bundar bioflok lebih fraktis. Mudah diusahakan dilahan terbatas. Dengan biaya relatif murah dibanding dengan kolam tembok. Selain itu padat tebar bibit ikan pada media bioflok lebih tinggi. Selain itu proses pembersihan dan pengeringan kolam terpal lebih cepat dibanding dengan kolam tanah.

Usai meninjau kolam warga, Gubernur menyempatkan diri silaturrahmi dengan warga sekitar. Bahkan gubernur dijamu warga dengan makan siang bersama.

“Saya ingin antara pemimpin dengan rakyat. Tidak ada sekat. Makanya saya turun langsung ketengah masyarakat untuk mencari tau apa yang menjadi kebutuhan warga,” tandasnya menutup pertemuan dengan warga yang bermukim di lingkungan

Masjid Muhajirin RT. 50 Sukawinatan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang.(RILL)