Beranda Nasional Bengkulu Utara Waka I DPRD Tak Diusulkan, Hasil Paripurna Unsur Pimpinan Dipertanyakan

Waka I DPRD Tak Diusulkan, Hasil Paripurna Unsur Pimpinan Dipertanyakan

BENGKULU UTARA – Pasca rapat paripurna Internal yang dipimpin oleh Ketua sementara DPRD Bengkulu Utara, Sonti Bakara mengenai penetapan unsur pimpinan definitif DPRD Kabupaten Bengkulu Utara yang akan di usulkan ke Gubernur Bengkulu guna dilantik, yang hanya mengusulkan Ketua dan Wakil Ketua II dan tak mengusulkan wakil ketua I dari Partai Golkar dikarenakan kisruh interen menuai protes.

Dalam konferensi pers, Wakil Ketua, DPD Golkar Bengkulu Utara, Eka Kurniadi, didampingi Sekretaris Buyung Satria dan Juhaili, di Sawah Resto, Argamakmur, Rabu (9/10/2019)  mempertanyakan hasil paripurna DPRD Bengkulu Utara.

- BACA JUGA  Wow..! Sejumlah Mobil Plat Merah Kab. Bengkulu Utara, Nunggak Pajak.

Padahal usulan dari partai Golkar sudah jelas-jelas dikeluarkan DPP, dengan nomor surat : R-1024/GOLKAR/IX/2019 tanggal 12 September 2019 dan surat DPD Golkar Provinsi Bengkulu Nomor : 48/A.1/DPD/GOL-BKL/IX/2019 yang ditanda tangani Rohidin Mersyah yang menetapkan Juhaili, S.IP calon Pimpinan DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, tidak dihiraukan.

“Tidak ada kisruh diinternal Kita. Makanya kita pertanyakan,  yang digunakan ini surat pengantar atau surat keputusan DPP, jika surat DPP kenapa tidak dilanjutkan. Kita merasa dirugikan kalo seperti ini,” ungakap Eka Kurniadi.

Hal yang sama juga diungkapkan Sekretaris DPD Golkar Bengkulu Utara, Buyung Satria, bila memang memang surat pengantar usulan pimpinan Definitif DPRD Bengkulu Utara dirasa tidak sesuai dengan aturan, kenapa dalam satu bulan itu tidak ada sanggahan.

- BACA JUGA  Penyakit Patek di Bengkulu Utara Berpotensi Muncul Lagi

“Surat dari DPP dan DPD Golkar provinsi Bengkulu jelas, dan disitu sudah jelas-jelas tertulis calon Pimpinan DPRD Kabupaten Bengkulu Utara saudara Juhaili, S.IP. Secepatnya, kita bakal koordinasi dengan DPD Golkar Provinsi. Kalau memang nanti menyalahi aturan jelas kita akan bawa keranah hukum,” singkat Buyung Satria. (Eren)