Beranda Sumsel Muba Lahan Desa Kepayang Diduga Diserobot PT SHP

Lahan Desa Kepayang Diduga Diserobot PT SHP

 

SEKAYU– Lahan milik masyarakat Desa Kepayang Kecamatan Bayung Lincir Kabupaten Musi Banyuasin diduga diserobot oleh PT Sumber Hijau Permai (PT SHP) dengan cara melakukan penanaman pohon akasia.

Hal ini terungkap saat masyarakat Desa Kepayang bersama tim KPHP 2 Lalan Mendis sedang melakukan survey guna pemetaan yang dicanangkan untuk Kelompok Tani Hutan Desa Kepayang.

Salah seorang Desa Kepayang Febriansyah mengungkapkan bahwa setelah tim turun ke lokasi lahan, ternyata lahan tersebut sudah dikuasi oleh PT SHP dengan melakukan penanaman kayu akasia.

Dari hasil kelapangan itu juga, lanjut Febri bukan masuk kawasan HP tetapi masuk kedalam HPL.

Untuk mempertanyakan status lahan tersebut warga kemudian melakukan pertemuan dengan pihak PT SHP.

Dalam pertemuan tersebut Pihak perusahaan mengatakan bahwa lahan seluas 1050 Ha mereka dapatkan dengan cara membeli dari Kelompok Tani Musi Maju Jaya (MMJ) melalui Pemerintahan Desa Kepayang.

- BACA JUGA  Coba Kabur, Pencuri Dump Truk Di Dor

“Sudah ada 2 kali pertemuan, walau didesak pihak SHP tidak mau menunjukan siapa penjual dan dasar kelompok tani yang dimaksud” jelas Febriansyah, dibincangi, Minggu (08/09).

Dimintai tanggapannya, Kepala Desa Kepayang, Sulmin mengatakan bahwa sepengetahuannya selaku Kades Kepayang tidak pernah mengetahui bahagaimana pihak SHP dapat menguasai lahan tersebut.

“Sepengetahuan saya, tidak terjadinya jual beli lahan dan jelasnya lahan itu masuk ke dalam lahan Desa Kepayang yang akan digunakan untuk masyarakat Desa Kepayang.

Lebih lanjut, Sulmin menjelaskan beroperasinya pihak SHP di Desa Kepayang tanpa sepengetahuan dirinya dan Kelompok Tani MMJ juga tidak pernah melibatkan masyarakat Desa Kepayang.

- BACA JUGA  Direksi PT BA Jalin Silahturahmi bersama Awak Media

“Sepengetahuan saya, persoalan ini telah laporkan oleh masyarakat ke Lembaga Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Hutan Muba untuk dapat segera mungkin ditindak lanjuti” Ujarnya.

Terpisah, Ketua Legmas Pelhut Suharto ketika dihubungi membenarkan adanya laporan masyarakat Desa Kepayang.

“Benar, berkas laporan masyarakat sudah kita tindaklanjuti dengan melayangkan surat ke beberapa instansi yang terkait termasuk Pemkab Muba dan Satgas P2KA agar dapat menyikapi persoalan itu” Ujarnya.

Lebih lanjut, Suharto mengatakan bahwa ini merupakan persoalan rakyat yang serius dan harus segera ditindaklanjuti secara serius juga.

“Jika ditemukan adanya pelanggaran, kami meminta perusahaan dapat ditindak dan diberi sangsi sesuai dengan hukum yang berlaku sebagai efek jera bagi perusahaan yang nakal” Ungkapnya. (Joel).