Beranda Sumsel Muara Enim Karyawan PT SBP Gelar Aksi Mogok Kerja

Karyawan PT SBP Gelar Aksi Mogok Kerja

MUARA ENIM– Sejumlah karyawan PT. Sriwijaya Bara Priharum (PT SBP) menggelar aksi mogok kerja, Selasa (6/11) sekitar pukul 17.30 Wib. Aksi ini menyebabkan lumpuhnya kegiatan Hauling PT SBP.

Manager Legal PT SBP Heru membenarkan bahwa adanya aksi mogok yang dilakukan oleh para karyawannya. “Benar adanya aksi tersebut karena adanya selisih gaji yang belum dibayarkan karena ada perubahan tanggal penggajian, yang berdampak ke sebagian karyawan PT SBP,” terang Heru.

Atas adanya aksi tersebut Sekira Pukul 19.15 Wib Pihak Polsek Tanjung Agung bersama dengan perwakilan Managemen PT.SBP dan kades Penyandingan menemui karyawan yang melakukan mogok kerja di Tambang PT.SBP untuk memediasi.

Sehingga pada Pukul 20.00 Wib pertemuan antara perwakilan Managemen yang diwakili oleh PT.SBP Iskandar Maliki Direktur Utama, A Rivai Direktur Oprasional, Rohman General Manager, Heru Manager Legal, dari Polsek Tanjung Agung Kapolsek Tanjung Agung AKP. Arif Mansyur SH, SIK, MM, dan dari Desa Kades Penyandingan Bpk Kaidi dan beberapa Karyawan yang melakukan Mogok kerja kurang lebih 40 orang.

- BACA JUGA  PKL Ditertibkan, Satu Orgil Diamankan

“Kita mengingatkan kepada karyawan yang mogok kerja sebaiknya kalaupun ada kebijakan perusahaan yang dianggap merugikan karyawan agar menggunakan jalur musyawarah dengan kepala dingin sehingga didapat solusi dengan tidak merugikan perusahaan ataupun karyawan lainnya,” terang Kapolres Muara Enim AKBP Afner Yuwono melalui Kapolsek Semende AKP. Arif Mansyur, Rabu (07/11/2018).

Sementara itu Managemen PT.SBP yang disampaikan oleh Direktur Utama Iskandar Maliki menjanjikan pembayaran selisih gaji akan di bayarkan pada hari Jum’at tanggal 9 November 2018 ke rekening masing-masing karyawan yg terkena dampak selisih tanggal Gajian.

“Nanti selisih gaji ini akan dibayarkan lewat rekening masing-masing dan mari bagi yang melakukan aksi Mogok Kerja agar mulai bekerja pada malam ini karena truck yang Hauling sudah berada di lahan Parkir Tambang PT.SBP sehingga tidak ada pihak lain yg dirugikan,”ajak Iskandar pada seluruh karyawan yang menggelar aksi.

Sedangkan perwakilan karyawan yang mogok kerja Apriansyah menjelaskan jika selisih gaji mereka belum dibayar aksi ini akan tetap berlanjut.

“Kita tidak akan bekerja bila selisih pengajian kami belum dibayar, karena pihak managemen pernah berjanji akan melunasi pada tanggal 28 Oktober 2018, tapi sampai saat dilakukan aksi mogok masih belum ada pembayaran maka dari pada itu kita tetap akan melakukan aksi ini sampai gaji kita dilunasi,” pungkas Apriansyah.

- BACA JUGA  Pemkab Muara Enim Gelar Kegiatan Peningkatan Inovasi Desa (PID)

Dari hasil pertemuan antara Pihak Managemen PT.SBP dan Karyawan mogok kerja tersebut tidak menemui kata sepakat sehingga Kapolsek menyarankan kepada Karyawan yang mogok kerja silakan tetap mogok kerja dan agar pulang ke rumah masing-masing, tetapi bila ada rekannya yang tetap mau kerja jangan ada yang menghalang-halangi ataupun mengintervensi, karena Polsek akan menindak tegas bila ada pihak yang mengintervensi terhadap karyawan yg masih mau bekerja.

Sedangkan Pihak Managemen PT.SBP tetap melakukan Hauling dengan menunjuk karyawan yang tidak ikut mogok keja dan meminta bantuan keamanan dari Polsek Tanjung Agung. Dari jumlah karyawan PT SBP yang terkena dampak selisih penggajian tersebut 51 orang dari 115 orang karyawan dengan total Rp. 41.000.000,- (Empat Puluh Satu juta Rupiah).(Andi)