Beranda Sumsel Muara Enim Hutang BPJS Ke RS H M Rabain Capai Rp 30 Milyar

Hutang BPJS Ke RS H M Rabain Capai Rp 30 Milyar

MUARA ENIM- Akibat hutang BPJS Kesehatan terhadap Rumah Sakit H.M. Rabain Muara Enim mencapai 30 Milyar lebih, Rumah sakit milik Pemerintah daerah kabupaten Muara Enim ini terancam bangkrut, pasalnya hingga saat ini BPJS Kesehatan belum membayar hutang tagihan.
Adanya tunggakan tersebut dibenarkan oleh Direktur RS HM Rabain, dr Yan Riyadi MARS saat dikonfirmasi, awak media, Senin (07/10/2019)
” Pihak BPJS menunggak sejak bulan empat bulan lalu yaitu April, Mei, Juni, Juli, dan Agustus, namun yang sudah diverifikasi terang pihak BPJS akan dibayar baru bulan April dan Mei, akan tetapi sampai saat ini belum di bayar juga karena masih menunggu dana dari pusat, sementara untuk bulan Juni, Juli, dan Agustus harus di verifikasi terlebih dahulu kata pihak BPJS,” terang dr. Yan panggilan akrab mantan Kadinkes Muara Enim ini.
Dikatakan oleh Yan, bahwa adapun tunggakan BPJS tersebut setiap bulannya mencapai kisaran Rp 6 –  Rp 8 Milyar perbulannya.
” Dengan adanya tunggakan tersebut tentu saja berdampak pada pembayaran uang jasa khusus pelayanan BPJS untuk tenaga medis, seperti dokter, perawat dan yang lainnya, yang mana besaran uang jasa diberikan 45 persen dari tagihan itu,” ungkapnya.
Lanjut Yan, jika ini tidak segera dicarikan solusi dan tidak ada sumber dana lainnya, Kas RS HM Rabain hanya mampu bertahan selama dua hingga tiga bulan kedepan saja.
“Kalau seperti ini paling kita bisa bertahan selama tiga minggu saja, itupun belum termasuk biaya obat-obatan, kalau tidak ada solusinya bisa RS HM Rabain ini tutup,karena tidak ada anggaran lagi,”lanjutnya.
Terkait masalah ini lanjutnya pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak BPJS yang belum mampu membayar klaim untuk mencarikan solusi.
” Dengan adanya masalah ini, kita pinjamke bank yang telah berkerjasama dengan BPJS, sampai saat ini kita baru menjajaki dua bank dulu yakni BRI dan Mandiri Syariah, dan terkait bunga banknya, kita berharap itu nantinya dibayarkan oleh pihak BPJS, dan nanti jika uang dari pusat telah cair itu yang akan dibayarkan ke bank,” ungkapnya.
Kemudian Yan menympaikan Pihaknya berharap agar seluruh tunggakan tersebut dapat segera dibayarkan oleh pihak BPJS.
” Hal ini menyangkut kesinambungan operasional rumah sakit, dan tanggung jawab pemkab Muara Enim yang membiaya uang JKN untuk masyarakatpun sudah dibayarkan ke BPJS,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang BPJS, Prabumulih, Yunita mengatakan bahwa BPJS Kesehatan menghadapi kondisi likuiditas sejak akhir tahun 2018 lalu.
” Hal ini sebenarnya sudah terjadi dari awal implementasi JKN karena perhitungan iuran belum sesuai dengan seharusnya sehingga jumlah biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan lebih besar dari iuran yang diterima. Pemerintah komitmen untuk menyelesaikan kekurangan pembiayaan ini. BPJS kesehatan akan membayarkan klaim sesuai dengan ketersediaan dana yang ada berdasarkan urutan jatuh tempo klaim atau FIFO,” katanya.
Selanjutnya Yunita menjelaskan bahwa setiap keterlambatan pembayaran klaim dari jatuh tempo, BPJS Kesehatan membayar denda sesuai ketentuan yang berlaku.
” Kita berharap Fasilitas kesehatan menyiapkan kolateral lain untuk memastikan pelayanan tetap berjalan. BPJS kesehatan akan membayarkan klaim berikut dendanya sesuai dengan ketersediaan dana. Secara rutin setiap waktu BPJS Kesehatan menerima iuran dari peserta, iuran ini segera dibayarkan ke fasilitas kesehatan, untuk kekurangannya menunggu dukungan pemerintah,” urainya.
Ia juga mengatakan RS HM Rabain mengajukan berkas lengkap klaim bulan pelayanan April 2019  pada tanggal 5 Agustus 2019, claim bulan pelayanan Mei 2019 pada tanggal 12 Sept 2019.
” Proses verifikasi klaim bulan pelayanan April & Mei 2019 tersebut sudah selesai sedang menunggu proses pembayaran, klaim bulan pelayanan Juni 2019 diajukan lengkap oleh RS pada tanggal 26 Sept 2019 saat ini masih dalam proses verifikasi,” pungkasnya. (Andi/Nda)
- BACA JUGA  Akses Jalan menuju Tiga Kecamatan Semende Bisa Dilalui Kendaraan