Beranda Ruang Sidang Narkoba Simpan Sabu Sepaket, ABG Terancam Hukuman 12 Tahun

Simpan Sabu Sepaket, ABG Terancam Hukuman 12 Tahun

PALEMBANG– Nasib sial dialami oleh seorang anak baru gede (ABG) bernama Rama Febriansyah (18) Warga Jalan Belabak kelurahan 3 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Pemuda ini terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara karena kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu satu paket kecil. Hal ini terungkap dalam persidangan di pengadilan negeri Palembang Senin (6/8).

Dalam sidang tersebut terungkap jika terdakwa Rama ditangkap saksi Jerry dan Armansyah, petugas kepolisian Polresta Palembang saat berada di  di Jalan Slamet Riyadi Lorong Lawang Kidul kecamatan Ilir Timur II Palembang.

Dimana saat itu, terdakwa tengah duduk bersama temannya Ari. Melihat ada petugas polisi, terdakwa mencoba kabur namun berhasil diringkus. Saat digeledah, ditemukan 1 paket sabu dengan berat 0,101 gram. Pengakuannya bahwa sabu tersebut didapatkan dari Purqon dengan cara membeli seharga Rp.150 ribu yang rencananya akan dipakai bersama Ari.

Dari keterangan para Saksi tersebut terdakwa mengakui dan membenarkan kejadian tersebut. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Silviani Margaretha menuntut terdakwa dengan pasal berlapis yakni pasal 112 dan 127 UU NO 35/2009 tentang narkoba dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

Setelah selesai melakukan pemeriksaan para saksi, Majelis Hakim yang diketuai Hakim Edi Prasetyo memerintah kan kepada terdakwa untuk diperiksa.

Keterangan terdakwa dihadapan majelis bahwa sabu yang dibelinya itu rencana untuk dipakai namun belum sempat digunakan sudah terburu ditangkap. Pengakuannya dihadapan majelis dengan memakai sabu merasa tenang.

Lalu majelis hakim menanyakan kepada terdakwa, apakah ada izin menggunakan sabu? Terdakwa menjawab tidak memiliki izin, karena itu kata ketua majelis bahwa perbuatan ini salah,” sehingga ada konsekuensi hukuman dari perbuatan yang kamu lakukan,”terang Edi Prasetyo.

Setelah selesai memeriksa terdakwa ketua majelis, memerintahkan kepada JPU.SELVIANI MARGHARETA supaya melakukan penuntutan.

Untuk melakukan penuntutan ” kami berikan waktu selama satu minggu ,” jelas Edi Prasetyo kepada jaksa dan terdakwa (Rah)