Beranda Hukum Benarkah Mantan Kades Putak Kebal Hukum

Benarkah Mantan Kades Putak Kebal Hukum

Mantan Kades Putak Rani Kodim

 

PALEMBANG   —  Meski telah dilaporkan ke polisi sejak 18 September 2015 lalu, namun hingga saat ini, kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Rani Kodim, Mantan Kepala Desa (Kades) Putak Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim seakan jalan ditempat atau tidak diproses sama sekali.

Hal ini diungkapkan korban Mustajab (70) melalui kuasa hukumnya, Mustadi Hartono SH saat ditemui Minggu (6/8).

Dikatakan Mustadi, awal permasalahan yang dialami oleh kliennya berawal dari niat korban untuk mengajukan penerbitan sertifikat tanah miliknya seluas empat hektar di desa setempat tahun 1998 silam.

Untuk pengurusan biaya pembuatan sertifikat tersebut, saat itu korban dimintai uang sebesar Rp 3,5 juta oleh terlapor dan dijanjikan sertifikat tanah milik korban segera terbit.

- BACA JUGA  Merasa Ditipu, Warga Ogan Ilir Lapor Polisi

“Kasusnya sudah hampir 20 tahun, kita juga sudah berupaya melakukan negosiasi namun hingga saat ini tidak berhasil karena terlapor tak mau mengembalikan,” ungkap Mustadi.

Menurut Mustadi, jika dinilaikan sekarang, kerugian yang diderita korban bisa mencapai seratus juta rupiah karena Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah tersebut saat ini sudah mencapai satu miliar lebih.

Ditambahkan Mustadi, tak hanya kehilangan uang, korban Mustajab juga harus kehilangan tanah miliknya karena entah bagaimana, lahan miliknya seluas empat hektar tersebut telah dicaplok warga setempat bernama Purwanto sejak tahun 2004 lalu.

- BACA JUGA  Berkas Kasus Ujaran Kebencian Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Awalnya, menurut dia, Purwanto meminjam lahan tersebut digunakan menanam karet. Namun, lama-lama Purwanto mengklaim tanah itu miliknya.

“Purwanto juga kami polisikan. Kami ada bukti sah kepemilikan tanah itu. Kami tidak tahu apa mantan kades sama Purwanto itu ada kongkalingkong,” ujarnya.

Mustadi berharap, pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kasus ini. Karena jika tidak, itu sama saja sang Mantan kades tersebut kebal hukum, sedangkan kami mempunyai bukti-bukti yang jelas atas perbuatan yang telah dilakukan Sang Mantan Kades.

“Duit ngurus sertifikat digelapkan mantan kades, tanahnya dicaplok orang lain. Kami minta polisi mengusutnya,” tandasnya. (Red)