Beranda Kriminal Arisan Online Kembali Memakan Korban

Arisan Online Kembali Memakan Korban

PALEMBANG, — Kasus penipuan Arisan online kembali terjadi di kota Palembang, kali ini hal tersebut dialami oleh Nila Zuharni (28) warga jalan Sultan Syahril Lorong Anggrek Kelurahan 5 Ilir Kecamatan IT II Palembang.

Nila sudah kehilang uang sebesar Rp 6,3 juta, akibat tertipu arisan Online bernama Arisol Vitaloka yang dikelola oleh terlapor KM (27), yang merupakan bandar arisan tersebut.

Karena merasa uangnya sudah digelapkan, dan belum mendapatkan arisan tersebut, ia pun mewakili teman-temannya melaporkan kasus ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (5/9).

Kepada petugas, Nila yang ditemani dua rekannya yakni Maharani (22), dan Bara Paramita (26), yang merupakan member Arisan online tersebut juga, mengatakan kejadian bermula pada Jum’at, (27/6) sekitar pukul 16.55 WIB, ketika itu korban dan teman-temannya ditawarkan terlapor lewat WhatsApps untuk mengikuti arisan online terlapor. Karena tertarik, korban dan teman-temannya pun mengikuti arisan tersebut.

- BACA JUGA  Aniaya Sopir Bongkar Muat Ikan Dijakabaring, Sendy Digelandang Kepolresta

“Awalnya saya percaya pak, mengikuti arisan ini. Kami semuanya berjumlah 15 orang yang mengikuti arisan ini. Dan setiap bulan saya sendiri menyetor uang Rp 580 ribu, lewat ATM BCA,” ucapnya.

Namun, setelah berjalannya waktu dan sudah 8 orang yang menarik uang arisan tersebut, sebagiannya merupakan keluarga terlapor. Akan tetapi, sekarang terlapor sudah melarikan dirinya. “Sudah kami datangi keluarga, tapi keluarga bilang dia (terlapor-red), sudah kabur dari rumah pak,” ungkapnya.

Atas kejadian ini korban pun harus mengalami kerugian Rp 6,3 juta. “Saya terakhir pak, mendapatkan tarikan uang itu, oleh itulah terpaksa saya laporkan. Karena saya merasa bukan untung, malah uang saya digelapkannya,” katanya.

- BACA JUGA  Meski Masih Belia, ABG Ini Ternyata Pelaku 3C

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIK, melalui Kasubag Humas, AKP Andi Haryadi membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan sudah kita terima, dan nantinya akan ditindaklanjuti oleh unit Pidana Khusus (Pidsus), Satreskrim Polresta Palembang,” pungkasnya. (Cdr)