Beranda Ekobis Ekspor-Impor Sumsel Merosot Drastis

Ekspor-Impor Sumsel Merosot Drastis

PALEMBANG – Di awal semester kedua tahun 2016, kondisi perdagangan internasioal (ekspor-impor) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan yang tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penurunan volume ekspor pada periode Januari-Juli hanya menembus 1.046 juta Dollar AS, atau 32,64 persen lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPS Sumsel, Yos Rusdiansyah. Dirinya menyatakan bahwa nilai ekspor bulanan untuk Juli juga tercatat hanya mencapai 125,18 juta Dollar AS, atau turun 18,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya. “Turunnya nilai ekspor tersebut disebabkan aktivitas ekonomi dunia yang lesu. Hal ini turut menjadi faktor yang mengakibatkan kinerja ekspor seret,” bebernya di Palembang, Senin (05/8).

Yos melanjutkan, tiga sektor unggulan ekspor Sumsel pada bulan Juli amblas seluruhnya. Dibandingkan secara YoY (Year on Year-red), angka ekspor produk industri pada periode Januari-Juli 2016 menurun 24,66 persen, produk pertanian menurun 18,08 persen, dan produk pertambangan menurun pula sebesar 41,09 persen. “Ekspor juga terpuruk karena turunnya harga beberapa komoditas unggulan Sumsel,” jelasnya.

Yos pun lalu menjelaskan, untuk nilai ekspor non migas pada semester pertama tahun 2016 juga hanya menembus 961,47 juta Dollar AS atau turun 26,57 persen secara YoY, sedangkan sektor migas nilai ekspornya cuma 85,11 juta Dollar AS, atau turut mengalami penurunan sebesar 65,18 persen. “Lesunya harga karet dunia, mengakibatkan merosotnya pasar komoditi andalan Sumsel ini,” ujarnya.

Hal itu juga berimbas kepada impor, di mana nilai impor Sumsel pada Juli 2016 sebesar 20,93 juta Dollar AS, atau menurun sebesar 72,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara YoY pun terjadi penurunan total impor sebesar 2,19 persen, atau menurun sekitar 17,21 juta Dollar AS. “Tiongkok masih menjadi negara pengimpor tebesar, dengan nilai total 396,86 juta Dollar AS, diikuti AS dengan nilai total impor 68,82 juta Dollar AS dan Jepang sebesar 55,69 juta Dollar AS,” tutupnya. (Benny Adriansyah)