Beranda Kriminal Dua Pelaku Begal Sadis Diringkus Petugas

Dua Pelaku Begal Sadis Diringkus Petugas

PALEMBANG,– Anggota kepolisian unit Hunter Satreskrim Polresta Palembang, pimpinan katim Aipda Agus Akbar, berhasil meringkus dua orang pelaku spesialis begal sadis di kota Palembang.

Kedua pelaku yakni Junaidi (27) dan Irangga (24) warga Kelurahan 8 Ulu Kecamatan SU I Palembang. Keduanya diringkus petugas di kawasan jalan HM Riyacudu Kelurahan 8 Ulu Palembang, pada Minggu (4/8).

Petugas kepolisian pun terpaksa melumpuhkan kaki kedua pelaku dengan timah panas, lantaran berusaha kabur saat ditangkap.

Berdasarkan laporan kepolisian yang masuk di Polsek-polsek maupun Polresta Palembang, ada 8 Tempat Kejadian Perkara (TKP) aksi Begal sadis yang dilakukan oleh komplotan pelaku.

- BACA JUGA  Mengaku Dibegal, Dua Sekawan Malah Ditangkap Polisi

Selain aksi begal sepeda motor, komplotan pelaku juga mengambil barang-barang berharga milik korbannya di jalan.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, membenarkan pihaknya telah berhasil menangkap dua pelaku begal sadis di kota Palembang.

“Komplotan pelaku begal ini tak segan-segan melukai korbannya dengan senjata tajam jika melawan atau tidak memberikan barang berharga milik korbannya. Dari laporan kepolisian yang masuk, sedikitnya ada 8 TKP aksi begal yang dilakukan komplotan pelaku, ada di jembatan Musi IV, jembatan Ampera, dan beberapa tempat lainnya,” ungkap Kompol Yon Edi Winara, saat di konfirmasi pada Senin (5/8).

- BACA JUGA  Usai Menodong, Dua Sekawan Dilumpuhkan Dengan Timah Panas

Selain menangkap kedua pelaku, lanjut Yon Edi Winara, anggota unit Hunter juga mengamankan barang bukti berupa dua bilah senjata tajam jenis Pisau warna hitam dan silver, serta satu unit sepeda motor jenis Honda Beat.

“Terkait mungkin masih ada laporan TKP lain atas perbuatan komplotan pelaku, anggota unit Reskrim masih melakukan pengembangan kasusnya, dan juga mengejar pelaku lain. Atas ulahnya, kedua pelaku dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman diatas 5 tahun penjara,” pungkasnya. (Cdr)