Beranda Sumsel Muara Enim Manajemen RS. H. M Rabain Meminta Maaf Kepada Awak Media Muara Enim

Manajemen RS. H. M Rabain Meminta Maaf Kepada Awak Media Muara Enim

Direktur Rs. HM. Rabain,M Igbal Hamasa

MUARA ENIM — Terkait pelarangan pengambilan Gambar  yang dilakukan oleh oknum pegawai Rumah Sakit Umum HM. Rabain Muara Enim yang berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) beberapa hari lalu saat sejumlah wartawan hendak mengambil gambar diduga pelaku penjambretan yang terjadi di Tanjung Enim kecamatan Lawang Kidul beberapa hari lalu yang mengalami luka tembak oleh Petugas kepolisiaan saat melakukan penangkapan.

Direktur RS. HM. Rabain M. Iqbal Hamasa yang didampingi oleh kepala Tata Usaha RS. HM Rabain Oku mengatakan kejadiaan itu merupakan kesalah pahaman dan akibat kurangnya komunikasi anatara petugas jaga di Ruang IGD tersebut terhadap prosedur pelayanan terhadap pasien dalam hal ini berkaitan dengan aturan standar prosedur operasional pelayanan Rumah sakit terhadap pasien.

“Hampir semua Rumah sakit yang ada di kota besar sudah terpasang banner pemberitahuaan tentang standar prosedur operasional pelayanan terhadap pasien karena hal tersebut berkaitan dengan privacy pasien,”pungkas Direktur Rs. HM. Rabain,  Senin (04/06) saat ditemui sejumlah awak media.

Lebih lanjut M. Iqbal menyampaikan permohonan maafnya atas kejadiaan tersebut mengingat hal itu merupakan ketidak tahuaan dan pahaman petugasnya yang sedang berjaga terkait undang-undang pers dan publikasi masa serta cara penyampaiaan dari yang bertugas saat itu kurang baik kepada awak media.

- BACA JUGA  Warga Temukan Mayat Orok di Gorong Gorong

“Pada prinsipnya kita melindungi hak dan kewajiban pasien yang mana dalam hal ini harus melindungi privacy pasien,  sedangkan terkait peliputan yang dilakukan oleh media harus ada batasan maka dari pada itu kami masih belum memahami tentang undang-undang pers diharapkan hubungan baik dan komunikasi antara pihak Rumah Sakit dengan awak media dapat tetap terjalin dengan baik. Serta berkaitan dengan permaslahan penghalangan peliputan tersebut kami akan perbaiki dan akan mempelajari terkait undang-undang pers dan publikasi agar tida berbenturan dengan SPO yang kita terapkan nantinya untuk akreditasi RS HM Rabain untuk lebih baik lagi,” ujar Iqbal.

Sementara itu Ketua PWI Muara Enim Andi Chandra saat audiensi tersebut menegaskan dan mengingatkan kepada manjemen agar hal serupa tidak terjadi lagi serta dia menegaskan jika hampir 90 persen wartawan yang tergabung di dalam PWI Muara Enim sudah kompeten hal itu dapat dibuktikan dengan kesemua anggota tersebut sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

- BACA JUGA  Jadi Bandar Narkoba, Pasutri Diringkus Polisi

“Hal seperti ini jangan sampai terjadi lagi dan kami harapkan kepada manajemen RSUD HM Rabain agar dapat mensosialisasikan batasan serta undang-undang pers di lingkup karyawan dan staff yang ada di RSUD HM Rabain agar hal serupa tidak terjadi lagi. Apa lagi hampur seluruh anggota PWI Muara Enim sudah lulus uji kopetensi dan layak dinyatakan sebagai wartawan profesional oleh Dewan pers maka dari pada itu jika hal tersebut kembali terjadi jelas pelarangan peliputan oleh oknum tersebut melanggar undang-undang pers,” tegas Andi.

Diakhir pernyataannya Andi mengajak seluruh manajemen dan jajaran karyawan RSUD HM Rabain serta awak media yang ada di kabupaten Muara Enim khususnya yang tergabung di PWI Muara Enim supaya selalu dapat menjalin hubungan baik serta terjalinnya sinergitas dan dapat menghargai dan menghormati profesi masing-masing.

“Semoga dengan adanya pertemuaan ini akan mampu meningkatkan sinergitas antara awak media dengan piha RSUD HM Rabain dan akan mampu menjaga serta menghargai profesi masing-masing,” tutup Andi. (andi)