Beranda Sumsel Banyuasin Pemkab Banyuasin Peringati Hari Lahirnya Pancasila

Pemkab Banyuasin Peringati Hari Lahirnya Pancasila

PANGKALAN BALAI– Berlangsung kegiatan Upacara Memperingati Hari Lahir Pancasila ke-73 Tahun 2018 dengan Tema “Untuk meneguhkan kita agar lebih berkomitmen dalam menghayati, mendalami dan mengamalkan Pancasila sebagai dasar berbangsa dan bernegara”. Senin (04/06) Pukul 08.00 Wib, di Lapangan Pemkab Banyuasin Kab. Banyuasin Prov. Sumsel.

Kegiatan upacara tersebut dihadiri oleh Ir. SA. Supriono, MM (Bupati Banyuasin), Dr. Ir. H. Firmansyah (Sekda Banyuasin), Drs. H.M. Yusuf, M,Si (Asisten III Setda Banyuasin), Irian Setiawan SH, M.Si (Ketua DPRD Kab. Banyuasin), LA. Kamis (Kejari Banyuasin), Kapten Inf Zulkadri (Danramil 430-01/Pangkalan Balai), Kapten Arh Elmy Dinata (Pasiops Kodim 0430/Banyuasin), Krihstoni A.Md. Ip.SH (Mewakili Kalapas Banyuasin), Abadil Turmini S.Ag (Kakanmenag Kab. Banyuasin), Seluruh OPD Banyuasin, Camat Sekabupaten Banyuasin dan diikuti sekitar 500 para undangan dari. ASN,THL Banyuasin, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat , Tokoh Pemuda, Para Guru dan Siswa siswi SD, SMP dan SMA Se – Kab. Banyuasin.

Dalam kegiatan upacara tersebut bertindak sebagai Inspektur Upacara Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem S.IK, Komandan Upacara Iptu Bayu (Kapolsek Pangkalan Balai), Perwira Upacara Kapten Inf Sumantri (Pasipers Kodim 0430/Banyuasin). Dalam amanatnya Inspektur Upacara AKBP Yudhi Surya Markus Pinem S.IK yang dalam kesempatanya Membacakan Amanat Bupati Banyuasin.

- BACA JUGA  Masyarakat Kecewa Debat Publik tidak disiarkan Langsung

Mengajak hadirin sekalian untuk tidak hentinya-hentinya mempersembahkan puji syukur hanya kehadirat Allah SWT semata, karena telah begitu banyak rahmat dan nikmat yang telah diberikan kepada kita, utamanya nikmat kesehatan, sehingga pada hari ini kita dapat bersama-sama hadir. “Dalam Rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila” Peringatan Hari Lahir Pancasila untuk meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,”paparnya.

Lanjut Yudhi, Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding fathers (Bapak Bangsa), para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.

Tambahnya lagi, harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia, Itulah kebhinneka tunggal ika-an kita. Namun jelasnya, kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan.

- BACA JUGA  KPU Banyuasin Serahkan APK Ke Tim Pemenangan Bupati Dan Gubernur.

Kebhinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebhinekaan dan keikaan kita, serta ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong. “Kita perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara.

Dengan Pancasila darn UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah tersebut. Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri. Dengan Pancasila Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan,”.

Oleh karena itu, saya mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila, Tutupnya. (Suh)