Beranda Peristiwa Demonstrasi Dipecat Sepihak, Puluhan Satpam PT Pertagas Gelar Unjuk Rasa

Dipecat Sepihak, Puluhan Satpam PT Pertagas Gelar Unjuk Rasa

Jpeg

PALEMBANG – Sebanyak 33 security atau satuan pengamanan (Satpam) dari perusahaan penyalur tenaga kerja (outsourcing) PT.TDP merasa di intimidasi karena dipecat massal secara sepihak oleh PT Pertamina Gas (Pertagas).

Sebanyak 33 Satpam yang telah bekerja puluhan tahun di PT Pertagas wilayah SPP Tempino, Booster KM 174, KM 139, KM 77, KM 52, KM 27, Workshop KM 42, Booster Metering KM 03 menolak pemecatan sepihak tersebut dan mendatangi kantor perwakilan Pertagas di Jalan AKBP Cek Agus Palembang.

Perwakilan satpam, Miswan, mengatakan, pemecatan yang dialami pihaknya dilakukan tanpa pembertahuan ataupun pengumuman terlebih dulu bahkan terkesan mendadak. Bahkan setelah pemecatan bukan lagi PT TDP yang menyalurkan tenaga kerja di Pertagas namun PT BLS.

- BACA JUGA  Ratusan Mahasiwa Demo DPRD Sumsel

“31 Mei 2018 kami diberi tahu pemutusan kerja, tepatnya pukul 19.00 malam dan 1 juni pukul 00.00 malam sudah ada nama orang yang diterima kembali sebanyak 4 orang dari 33 tersebut,” ucapnya, Senin (4/6).

Miswan juga mengungkapkan, pihaknya memang sudah habis kontrak dengan pihak PT Pertagas. “Kita memang habis kontrak, namun hanya berselang waktu 6 jam kita sudah diputus kontrak dengan alasan tidak lulus tes,” ungkapnya.

Tidak sampai disitu, merasa tidak puas dengan keputusan tersebut, puluhan Satpam mendatangi PT BLS ini untuk mempertanyakan penyebabnya meraka tidak di pekerjakan lagi.  Namun ada tawaran yang harus mereka terima, yakni harus membayar uang sebesar 25 juta jika ingin berkerja kembali.

“Saya diberi tawaran jika ingin berkerja kembali namun harus menyetorkan uang sebesar 25 juta. Jelas saya menolaknya,” ungkapnya.

- BACA JUGA  Tuntut Keadilan, Puluhan Driver Taksi Online Datangi Polresta Palembang

Miswan juga menjelasakan, bersama pekerja lain pihaknya berunjuk rasa untuk meminta kejelasan nasib mereka yang tak ada kejelasan yang sebelumnya ada kesepakatan sebelumnya dengan pihak management bahwa akan diperkerjakan kembali.

“Kita sudah ada pertemuan antara pihak management dan ada hitam diatas putih bahwa kita akan diperkerjakan kembali di perusahaan tersebut, namun setelah kita tagih kesepakatan tersebut pihak BLS tidak merasa mensepakati itu, malahan kita diadu bersama pihak Ormas yang pada saat itu kita tidak mengetahui apa maksud dan tujuanya kita dihadang oleh Ormas tersebut hingga nyaris bentrok,” tukasnya.(Dee)