Beranda Pendidikan Perbaiki Sekolah Rusak Di Palembang, Kemendikbud Gelontorkan Dana DAK Sebesar Rp 719...

Perbaiki Sekolah Rusak Di Palembang, Kemendikbud Gelontorkan Dana DAK Sebesar Rp 719 Miliar

Mendikbud RI, Muhadjir Effendy saat menyapa siswa inklusi usai acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019

PALEMBANG,   —   Untuk perbaikan sekolah-sekolah rusak yang ada di Kota Palembang, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mengalokasikan dana sebesar Rp 719 Miliar lebih. Hal ini diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy pada acara penyerahan secara simbolis bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 untuk Kota Palembang kepada Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda.

“Kita telah memberikan dana DAK tersebut secara simbolis kepada Wakil Walikota Palembang. Yang mana dana DAK tersebut sebesar 719 M untuk sekolah baik SD dan SMP di kota Palembang,” katanya usai acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang, Senin (4/3).

Sementara itu, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Disdik kota Palembang terkair anggaran DAK supaya tepat sasaran.

“Segera yang nama nya kebaikan tidak boleh ditunda-tunda, jadi segala sesutau yang baik segara dilakukan. Apa lagi ini untuk pendidikan. Apa yang dikatakan Pak Menteri sesuai dengan aturan yang ada,” terang Finda di waktu dan tempat yang sama.

- BACA JUGA  Sumsel Belum Siap Terapkan 5 Hari Sekolah

Ia juga mengatakan, dengan adanya sistem zonasi, masyarakat yang kategori kurang mampu bisa melanjutkan sekolah. “Intinya tidak ada sekolah favorit, semua kalangan bisa sekolah ditempat yang sama,” jelansya lagi.

Lanjutnya, sebanyak 20 persen pemerintah kota Palembang telah mengalokasi dana Anggrana Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pendidikan kota Palembang. “APBD kita alokasikan untuk pendidikan sampai 20 persen sekian dan ini membuktikan kota palembang fokus dalam dunia pendidikan,” tegasnya.

Kepala Disdik kota Palembang, Ahmad Zulinto menambahkan, dana DAK tersebut bukanlah bantuan baru, melainkan dana yang setiap tahunnya diberikan oleh pemerintah.

- BACA JUGA  Kemacetan, Mewarnai Rute Perserta Lomba Gerak Jalan

Yang mana dana DAK itu sudah termasuk insentif guru, BOS, KIP dan pembangunan sekolah yang rusak. “Ya sekolah inikan tidak pernah putus. Yang jelek diperbaiki dan yang bagus ditambahkan,” kata Zulinto.

Untuk tingkat SD 30 persen sekolah banyak yang rusak parah, karena sekolah tersebut untuk berada di kawasan rawa-rawa. “Setiap tahunnya ada perbaikan ruangan. Kebanyakan SD yang berada dikawasan rawa. Dan kita lihat kondisinya apabila hanya perbaikan ruangan saja ya kita pakai dana DAK, namun kalau rusak parah atau sampai pembangunan gedung baru ya kita pakai APBD,” tutup Zulinto.

Dalam acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di kota Palembang, diisi dengan sejumlah kegiatan, antara lain, lomba lukis mural sepanjang 150 meter, tari kolosal, masih banyak lainnya. (Elsa)