Beranda Berita Pemprov Minim Pemeliharaan, 544 KM Jalan di Sumsel Rusak Berat

Minim Pemeliharaan, 544 KM Jalan di Sumsel Rusak Berat

 

PALEMBANG,    —    Jumlah jalan rusak di Sumatera Selatan (Sumsel) terus bertambah dengan tingkat kerusakan yang semakin parah. Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel mengungkapkan, di awal tahun 2019, sepanjang 1.513 km jalan provinsi sebanyak 74 persen dalam kondisi mantap.

Namun, hasil pantauan langsung dilapangan dalam sebulan terakhir menunjukkan ruas jalan yang rusak semakin banyak. Hasil kalkulasi Dinas PU mencatat jalan provinsi dalam kondisi mantap hanya tersisa 64 persen, yang berarti sebanyak 36 persennya atau sekitar 544 km dalam kondisi rusak.

Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel, Dharma Budhy, mengungkapkan, titik yang mengalami banyak kerusakan sebagian besar berada di daerah OKU Raya seperti di Ogan Komering Ulu, OKU Timur dan OKU Selatan dan Ogan Komering Ilir.

- BACA JUGA  Ishak Mekki : Jangan Sampai Pencak Silat Dikuasai Negara Lain

“Seperti di OKU Timur, kerusakannya kategori berat. Titik paling parah itu di ruas jalan Kurungan Nyawa-Gumawang dengan panjang 28 km. Jalan itu sudah tidak layak lagi untuk dilintasi. Jarak tempuhnya saat ini bisa mencapai 2 jam,” ujar Budhy saat diwawancarai diruang kerjanya, Senin (4/3).

Menurutnya, semakin banyaknya ruas jalan rusak di Sumsel diakibatkan minimnya anggaran pemeliharaan dalam tiga tahun terakhir. Kondisi ini semakin diperparah dengan masalah kendaraan dengan tonase berlebih yang belum ditangani secara optimal.

“Tiga tahun lalu anggaran pemeliharaan jalan tidak begitu besar karena kita sedang fokus untuk menghadapi Asian Games. Selain itu, kendaraan berat juga masih bebas melintas dan penanganannya belum optimal. Masalah kendaraan berat ini memang tidak mudah karena melibatkan banyak pihak,” terang Budhy.

- BACA JUGA  Harga Komoditi Meningkat, TPID Sumsel Gelar Operasi Pasar

Budhy juga mengatakan, Pemprov Sumsel dalam tahun ini menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp1,04 trilyun rupiah untuk pembangunan infrastruktur. “Dari anggaran tersebut, sebesar Rp500 milyar dialokasikan untuk perbaikan jalan provinsi di 17 kabupaten kota di Sumatera Selatan,” pungkasnya.(Dee)