Beranda Kriminal Diduga Lakukan Pemerasan, Oknum Wartawan Digelandang Ke Kantor Polisi

Diduga Lakukan Pemerasan, Oknum Wartawan Digelandang Ke Kantor Polisi

 
MUARA ENIM — Karena diduga melakukan tindak pidana pemerasan dengan pencemaran, seorang oknum wartawan bernama Setiaji Bin Redi (40) Warga Dusun II RT 06 RW. 02 Desa Sumaja Makmur Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim digelandang ke Polsek Gunung Megang.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, aksi dugaan pemerasan sendiri dilakukan tersangka terhadap perusahaan pelaksana proyek Replanting kelapa sawit yang berada di wilayah kecamatan Gunung Megang yaitu Agro Group (PT Sumatera Agro Teknik) yang dikerjakan oleh CV Anugrah Alam Lestari.
Dimana pada Rabu (02/10) sekira jam 11.30 WIB, petugas mendapat informasi akan adanya transaksi antara pelaku dan korban di kantor Kepala Desa Kayu Ara Sakti Kecamatan Gunung Megang.
“Kejadian tersebut diketahui terjadi pada hari Rabu tgl 02 Oktober 2019 sekira jam 11.30 Wib  bertempat di Kantor Kepala Desa Kayu Ara Sakti Kecamatan Gunung Megang kabupaten Muara Enim,” terang Kapolres Muara Enim AKBP. Afner Yuwono melalui Kapolsek Gunung Megang AKP. Feryanto didampingi Humas Ipda. Yarmi Kamis (3/10)
Terjadinya tindak pidana Pemerasan subsidair Pemerasan dalam Pencemaran ini, bermula pada hari Rabu tanggal 02 Oktober 2019 sekira pukul 11.30 Wib, korban menemui pelaku dikantor Kades Kayu Ara Sakti.
“Karena sebelumnya korban diminta datang menemui pelaku di TKP melalui handphone pribadinya hingga akhirnya mereka bertemu dan pelaku mengatakan bahwa perusahaan milik korban tidak layak mengerjakan proyek peremajaan tanaman kelapa sawit karena nilai proyek tersebut lebih dari 5 Milyar dan minyak solar yang digunakan pelapor sebagai bahan bakar alat berat menggunakan solar bersubsidi dan selanjutnya pelaku mengancam akan mengexpose atau menyebarluaskan hal tersebut ke media dan akan melaporkan kepada pihak yang berwajib,”lanjut Fery.
Masih lanjut Fery pelaku kemudian mengatakan, jika korban mau memberikan kontribusi kepada kantor tabloid tempat pelaku bekerja maka hal tersebut tidak akan di expose dan pelaku juga meminta diikutsertakan dalam pengerjaan proyek tersebut. Dan kalau tidak diikutsertakan maka keamanan alat berat tidak dijamin kalau ada pengrusakan.
” Atas ancaman itu korban merasa hal tersebut akan  menggangu proyeknya korban akhirnya memberikan uang sebesar Rp.2.500.000 dan sebelumnya korban juga sudah pernah memberikan uang sebesar Rp.2.500.000 melalui via transfer bank BRI an Roy P Manalu hingga akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gunung Megang,”jelas Fery.
Atas dasar laporan tersebut saya memerintahkan Kanit Reskrim Aiptu Fadli dan Team trabazz utk melakukan penyelidikan & Penangkapan terhadap tersangka.
“Setelah diketahui keberadaan tersangka Team Trabazz di pimpin langsung oleh saya dan Kanit Reskrim langsung melakukan penangkapan tehadap pelaku dan pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolsek Gunung Megang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Adapun Barang Bukti yang berhasil diamankan yaitu 1 ( satu ) buah amlop warna putih yang berisikan uang tunai kertas sebesar Rp.2.500.000 ( dua juta lima ratus ribu rupiah ) dengan rincian 25 ( dua puluh lima ) lembar pecahan uang kertas Rp.100.000 ( seratus ribu rupiah ), 1 ( satu ) lembar slip transfer sebesar Rp. 2.000.000 ( dua juta rupiah ), dan 1 ( satu ) lembar slip transfer sebesar Rp.500.000 ( Lima Ratus Ribu rupiah ). (Andi/Nda)
- BACA JUGA  Tujuh Caleg DPRD Muara Enim Minta Digelar PSU