Beranda Kriminal Narkoba Narkoba Bernilai Ratusan Juta Dimusnahkan

Narkoba Bernilai Ratusan Juta Dimusnahkan

PALEMBANG– Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel memusnahkan barang bukti narkoba bernilai ratusan juta rupiah. Narkoba yang terdiri dari 2 Kilogram jenis sabu dan 106 Kilogram Jenis Ganja Kering yang disita dari tiga orang tersangka.

Diketahui, 2 kilogram sabu disita dari tangan tersangka Samsul Abidin (35) warga Kampung Seraya Kecamatan Batuampar kepulauan Riau Kota Batam di kamar 309 hotel Alam Sutra Jalan Kolonel H Burlian pada Senin (1/5) lalu.

Sebelumnya, pada tanggal 29 April 2019 kepolisian juga mendapati 106 kilogram ganja kering dari tersangka Riksi (40) dan anto (45) di jalan lintas antara Palembang – jambi tepatnya didesa Dayung Lincir kabupaten Musibanyuasin.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Farman mengatakan, dengan dimusnahkan barang bukti sebanyak itu, setidaknya ratusan ribu masyarakat yang terselamatkan. “Hasil pengungkapan tersebut berarti menyelamatkan 110.000 orang dari bahaya penyalahgunaan Narkoba,” Jelasnya saat ditemui Jumat (3/5).

Dikatakan Kapolda, Penangkapan bermula saat penyidik mendapatkan informasi akan ada pengiriman ganja skala besar melalui jalur darat. Setelah melakukan penyelidikan, pihaknya pun melakukan operasi penangkapan di Jalan Lintas Sumatera Palembang-Jambi, Desa Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Senin (29/4). Lalu.

Kemudian didapatilah truk bernopol K 1435 RH yang dikendarai oleh Riski dan Mujianto.Menurut Kapolda, diduga selain masuk ke Jakarta, barang tersebut akan disebar juga di sejumlah wilayah Sumsel. ” Bisa jadi jaringan ini juga yang memasok ganja ke Sumsel selain ke Jakarta. Masih kita dalami lagi penyelidikannya,” Kata Kapolda.

Sementara tersangka Riski mengaku dijanjikan upah Rp20 juta oleh Abu(DPO) warga Aceh untuk mengantarkan ganja tersebut ke Jakarta. Riski mengaku berkenalan dengan Abu saat bertemu secara tidak sengaja di Bakauheni, Lampung. Sementara Mujianto akan diberi bagian Rp5 juta.

“Katanya kalau sudah sampai Jakarta nanti ada yang menghubungi, nanti dikasih tahu dikirim ke alamat mana. Makanya saya tidak tahu tujuan aslinya,” kilah warga Desa Beketel Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah itu.

Selanjutnya, untuk ketiga tersangka yang diamankan, dikenakan pasal 114 ayat 2 jo 132 ayat 1, Subsider pasal 111 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1. Undang-undang RI. No35 tahun 2009 dengan ancaman kurungan penjara selama 20 tahun. (Rian)