Beranda Ruang Sidang Terbukti Miliki Senpira, Buruh Dituntut 3 Tahun Penjara

Terbukti Miliki Senpira, Buruh Dituntut 3 Tahun Penjara

PALEMBANG   —   Hanya karena terbukti  memiliki satu buah Senjata Api rakitan (Senpira) jenis revover kaliber 99 mm laras pendek tanpa izin, seorang buruh bernama Ramadhan (40) di tuntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Hal ini terungkap dalam persidangan Pengadilan Negeri Palembang yang dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Hakim Suhel, Selasa (3/4).

Dalam tuntutannya, JPU Septi Hariani menyatakan bahwa terdakwa yang tinggal dijalan Perintis Kemerdekaan Lorong Produxim diketahui pada 11 Desember 2017 telah memiliki Senpi rakitan jenis Revorver kaliber 9mm.

Dari hasil pengeledahan terhadap terdakwa diterangkan para saksi dari anggota kepolisian Polda Sumsel yang melakukan penangkapan ditemukan tiga butir amunisi dan Senpi rakitan yang tidak memiliki izin dari pihak berwajib.

Dari keterangan para saksi tersebut setelah ditanyakan oleh majelis hakim yang diketuai Hakim Suhel, terdakwa mengakui dan membenarkannya. Atas fakta fakta itu setelah dikaitkan dengan Pasal 1(1) UU Darurat No.12Tahun 1951. Semua unsur unsurnya telah terpenuhi.

Karena unsur unsur tersebut telah terpenuhi, maka kami jaksa penuntut umum berkeyakinan bahwa terdakwa telah terbukti melakukan pidana memilik Senpi secara melawan hukum sehingga kami menuntut pidana penjara selama tiga tahun,” ujat Septi kepada terdakwa yang didampingi Penasehat hukumnya Gustini.

Atas tuntutan ini ketua majelis Hakim, Suhel memerintahkan kepada terdakwa dan penasehat hukum supaya melakukan pembelaan lisan. Nanum perintah ketua majelis ini langsung ditanggapi oleh penasehat hukum dan terdakwa dengan meminta kepada majelis hakim agar terdakwa dihukum seringan ringannya karena terdakwa sebagai kepala keluarga dan memiliki tanggungan anak sebanyak lima orang.

Usai tuntutan dan pembelaan lisan, Ketua majelis Hakim Suhel mengatakan karena jaksa dan penasehat hukum sama sama tetap pada tuntutan dan pembelaan ,”maka untuk vonis kita tunda selama satu minggu dan sidang digelar pada selasa pekan depan,” terang ketua majelis sidang ditutup.(Rah)