Beranda Sumsel Ogan Ilir Camat Lubuk Keliat Diduga Hasut Warga Betung “Tolak” Bupati Non Aktif

Camat Lubuk Keliat Diduga Hasut Warga Betung “Tolak” Bupati Non Aktif

 

INDRALAYA  — Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) jabatan seorang Camat harusnya bisa menjadi panutan warga untuk menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif. Namun, apa yang dilakukan Camat Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir malah sebaliknya.

Safroni Sang Camat malah membuat situasi lingkungan di Desa Betung tak kondusif dengan cara menghasut masyarakat untuk tidak percaya jika ada isu Bupati OI Non Aktif AW Nofiandi kembali menjabat sebagai Bupati.

” Saya harap para Kades dan warga jangan lagi percaya jika ada opini yang mengatakan Opi (AW Nofiandi-red) akan dilantik menjadi Bupati. Tidak mungkin matahari akan terbit dua kali” ungkap sang Camat saat memberikan sambutan di acara hajatan putra Kepala Desa Betung, Minggu (2/4) kemarin

Dalam sambutannya, Sang Camat juga menyampaikan pesan dari Plt Bupati Ilyas Panji yang menyatakan Opi tidak akan dilantik dan tak akan lama lagi Pak Ilyas akan dilantik menjadi Bupati Definitif. Dan yang menjadi Wakilnya mungkin pak Amir Hamzah.

” Pak Ilyas berpesan Opi tidak akan dilantik. Malah Pak Ilyas lah yang akan didefinitifkan. Dan mungkin Pak Amir Hamzah yang akan menjadi wakilnya. Seluruh  Kades sudah menolak  seandainya opi dilantik lagi jadi Bupati” ungkap sang Camat menyakinkan warga Betung.

- BACA JUGA  Kedua Kalinya, Masyarakat Srikembang Demo DPRD OI

Menanggapi sambutan sang Camat, Rusdi Kirom salah seorang tokoh masyarakat Betung menilai apa yang di sampaikan camat Safroni dalam sambutannya sudah tidak relevan, sebab bukan kapasitas camat untuk menjelaskan di muka masyarakat proses hukum yang sedang berjalan antara Mendagri dan AW Nofiandi.

Apa lagi sampai mengasut dan mengajak masyarakat untuk tidak percaya proses hukum yang berjalan saat ini. Padahal saat ini status jabatan Bupati AW Nofiadi S Psi jelas Bupati Non Aktif sedangkan untuk proses hukum sendiri dari Pengadilan tata usaha tingkat pertama dan pengadilan tinggi TUN  sudah dimenangkan oleh pihak AW Nofiandi dan sekarang tengah menunggu proses tingkat terakhir di Mahkamah Agung.

“Camat itu kan PNS, sedangkan sekda itu pimpinan PNS. Ya, tidak pantaslah berpolitik, apalagi ngomong ditengah hajatan, kami sangat kecewa dengan camat  yang mengatakan tidak benar Kabar yang berembus jika AW Nofiandi akan kembali aktif lagi menjabat sebagai Bupati Ogan Ilir, masyarakat sudah tidak bodoh untuk di asut seperti itu. Ada baiknya jika ingin memberikan sambutan kepada masyarakat yang menenangkan bukan untuk menghasut dan Memecah belah. Kita tahu keadaan OI sedang tidak stabil alangkah eloknya kita jaga kekompakan bermasyarakat,”ujar Rusdi Kirom saat ditemui Senin (3/4).

- BACA JUGA  DBD dan Virus Zika Melanda, PJ Bupati OI dan Kadinkes Fogging Bersama

Sementara, Sekda Ogan Ilir H Herman saat dikonfirmasi dikantornya terkait postingan Di Group OIMP Facebook  yang Mengatakan Camat dan Sekda terlibat adu jotos dengan warga di acara Khitanan warga Kecamatan Lubuk keliat mengatakan kalau isu adu jotos itu tidak benar. “Tidak ada itu adu jotos,  atau ribut-ribut, semua berjalan tertib dan aman,” ujar Sekda.

Disinggung isi pidato camat yang sedikit Politis, Sekda mengatakan memang ada isi sambutan camat yang kurang bagus. “Iya memang ada yang kurang pas  agak nyelene dalam isi sambutan camat,” ungkapnya.

Terpisah , Camat Lubuk Keliat, Safroni membantah keras, bahwa ada ribut-ribut diacara Minggu, kemarin, bahkan ada yang ngomong adu Fisik.

“Tidak ada ribut-ribut, apalagi adu fisik. Yang pasti, kalau ada yang tersinggung saya minta maaf,” singkatnya saat dihubungi via seluler.(win)