Beranda Peristiwa Demonstrasi Rekannya Dipukuli, Ratusan Sopir Online Datangi Bandara

Rekannya Dipukuli, Ratusan Sopir Online Datangi Bandara

 

PALEMBANG¬† —¬† ¬†Sedikitnya ada tujuh kali tembakan peringatan ke udara yang diletuskan oleh pihak kepolisian untuk membubarkan aksi demo ratusan sopir taksi online di Jalan Akses Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Jumat (2/2).

Tembakan peringatan ini dilakukan lantaran aksi yang dilakukan oleh sopir taksi online mulai tidak kondusif alias sedikit memanas. Dikarenakan oknum sopir taksi online melakukan pengerusakan terhadap mobil taksi konvensional.

Tak mau terjadi kerusuhan yang meluas petugas pun berupaya melakukan pembubaran aksi yang dilakukan sopir taxol. Bahkan sempat terjadi aksi dorong antara beberapa petugas dengan sopir taxol ketika akan dibubarkan.

- BACA JUGA  Usai Isi BBM, Kapal Jukung Meledak Dan Terbakar

Wakapolresta Palembang AKBP Prasetyo Purboyo yang berada di lokasi mengingatkan agar sopir taksi online tidak main hakim sendiri dengan tindakan pengerusakan yang dilakukan.

“Kalau ingin menyampaikan aspirasi silakan akan kami fasilitasi, tidak seperti ini, tolong hargai kami disini,”himbauan nya.

Tak berlangsung lama, akhirnya situasi mulai kondusif para sopir taksi online pun mulai membubarkan diri. Meski ada perwakilan sopir yang masuk ke dalam kantor Bandara Internasional SMB II Palembang untuk diajak mediasi.

Aksi demo para sopir taksi online ini buntut dari pemukulan yang dilakukan oknum sopir taksi konvensional saat sopir taksi online mengantarkan penumpang di Bandara SMB II Palembang.

- BACA JUGA  Akibat Hujan Deras, MP Mangku Negara Terendam Banjir

Mengetahui hal itu, para sopir konvensional melakukan swepping mobil taksi online yang masuk ke bandara sempat dirusak sopir taksi konvesional begitu juga sopir nya sempat dipukuli.

“Bukan mengambil penumpang tapi hanya mengantar, Kami dapat informasi kalau teman kami dipukuli ketika mengantar penumpang ke bandara. Tidak hanya dipukuli tapi mobil nya juga dirusak,” ujar seorang sopir taxol yang mengaku bernama Aan.(And)