Beranda Ekobis Tingkatkan Hubungan Kemitraan, BI Sumsel Gelar Temu Responden

Tingkatkan Hubungan Kemitraan, BI Sumsel Gelar Temu Responden

PALEMBANG – Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) melaksanakan temu responden yang terdiri dari pimpinan perusahaan, lembaga keuangan, asosiasi, pedagang, serta lembaga dan instansi pemerintah.

Pjs Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Hari Widodo, mengatakan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka meningkatkan hubungan kemitraan dengan kalangan dunia usaha, perbankan, instansi, asosiasi dan pedagang di pasar-pasar yang telah mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia melalui survei dan liaison.

“Ini sebagai bentuk apresiasi Bank Indonesia kepada responden survei dan liaison yang selama ini telah bersedia meluangkan waktunya untuk berkontribusi secara aktif dalam memberikan data dan informasi kepada Bank Indonesia, serta untuk memperkuat hubungan dengan mitra kerja Bank Indonesia yang terdiri dari surveyor dan konsultan survei,” ucap Hari Widodo saat diwawancarai usai kegiatan Temu Responden dan Seminar Motivasi di Hotel Aryaduta Palembang, Jumat (02/11/2018).

Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, sambungnya, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yakni mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia melakukan 3 tugas yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta menjaga stabilitas sistem keuangan.

- BACA JUGA  DJP Sumsel Babel Sosialisasi Pajak Ke DPRD Palembang

“Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Bank Indonesia memerlukan dukungan data dan informasi yang bersumber dari Bapak/Ibu sekalian melalui survei, liaison, pelaporan, dan penyampaian data,” jelasnya.

Hari Widodo pun mengatakan, Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan secara rutin melaksanakan berbagai survei yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan kegiatan ekonomi.

“Survei-survei yang dilakukan antara lain survei kegiatan dunia usaha, harga properti residensial, perkembangan properti komersial, survei konsumen, penjualan eceran, pemantauan harga dan survei pusat informasi harga pangan strategis,” terangnya.

Untuk melengkapi informasi yang belum tercermin dari survei-survei yang dilakukan, Bank Indonesia juga melakukan kegiatan wawancara secara mendalam terkait kondisi usaha di berbagai sektor kegiatan ekonomi yang disebut kegiatan liaison.

- BACA JUGA  Ayo Bayar Pajak Sebelum Libur Lebaran

“Survei dan liaison tersebut melibatkan responden dari berbagai kalangan, antara lain perusahaan, perbankan, pedagang, hingga masyarakat. lnformasi dan data sektor riil yang didapat sangatlah bermanfaat bagi internal Bank Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam Rapat Dewan Gubemur Bank Indonesia,” ucap Hari Widodo.

Selain untuk kepentingan internal, hasil pengumpulan data dan statistik yang dilakukan Bank Indonesia juga dipublikasikan dalam bentuk Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah (SEKDA). Bank Indonesia juga melakukan analisis kajian yang dituangkan dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) yang dipublikasikan kepada masyarakat umum dan digunakan sebagai bahan masukan kepada pihak-pihak terkait, diantaranya pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi daerah.

“Sebagai informasi, hasil kajian ekonomi dan keuangan regional tersebut memuat informasi terkait kondisi dan proyeksi makroekonomi, serta keuangan regional yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam perencanaan usaha dan pengambilan keputusan bisnis secara berkesinambungan di provinsi Sumsel,” tutupnya.(Dee)