Beranda Sumsel Prabumulih Bekali Dengan Pengetahuan Bertani, Pertamina EP Asset 2 Jadikan Desa Ini Penghasil...

Bekali Dengan Pengetahuan Bertani, Pertamina EP Asset 2 Jadikan Desa Ini Penghasil Toga

 

PRABUMULIH– Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Selasa (1/10) mengadakan media field trip dan pembukaan media kompetisi yang diikuti oleh puluhan wartawan, baik cetak maupun media online.

Kegiatan media field trip sendiri dibagi menjadi dua kelompok dengan tujuan yang berbeda yaitu ke PT Pertamina EP Asset 2 di Limau, Prabumulih dan PT Medco E&P Indonesia di Rimau, Musi Banyuasin.

Sumatera Deadline sendiri berkesempatan mengunjungi PT Pertamina EP Asset 2 di Limau, Prabumulih. Disini, kami diajak untuk mengunjungi beberapa Kelompok Tani Wanita (KWT) yang merupakan binaan dari PT Pertamina. KWT ini sendiri dibina dengan melaksanakan kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Desa Karya Mulia Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih.

Di Desa ini, kami bertemu dengan KWT Sari Tani yang diketuai oleh Ibu Wiwin dengan tenaga pendamping yang ditunjuk oleh pihak Pertamina yakni Nurkholik dan Dadan Sudarti.

Menurut Keterangan Dari Nurkholik, KWT Sari Tani sendiri mulai menjadi binaan dari Pertamina EP Asset 2 sejak April 2019 lalu. Disini, dirinya bertugas sebagai pendamping KWT yang mengajarkan para anggota KWT cara bercocok tanaman yang baik.
Tak hanya cara bercocok tanam, Nurkholik juga mengajarkan para anggota KWT Sari Tani bagaimana cara membuat pupuk organik yang bahan bakunya banyak terdapat di sekitar rumah.

“Kita mengajarkan mereka bagaimana cara bercocok tanam yang baik dan membuat pupuk organik dengan bahan-bahan yang biasanya banyak terdapat disekitar rumah, seperti kotoran ayam, kambing dan lain-lain. Sedangkan untuk pembasmi hama kita kita menggunakan tembakau, brotowali dan gadung sebagai pestisida nabati” ungkap Nurkholik.

Sementara, Ibu Wiwin menjelaskan jika saat ini, KWT Sari Tani sudah membudidayakan tanaman obat keluarga (Toga) ini sebanyak 125 jenis dengan keseluruhan tanaman 655 tanaman. Dirinya berharap, program bantuan seperti ini bisa terus berkelanjutan.

“Kita berharap kedepan pihak Pertamina bisa melanjutkan program-program lain yang bermamfaat bagi masyarakat. Misalnya dengan menjalin kerjasama dengan pihak lain untuk pemasaran tanaman obat ini sehingga bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat desa ini” pungkasnya. (Her)