Beranda Kriminal Modal 20 Ribu, Sopir Buskota Sodomi Siswa SD

Modal 20 Ribu, Sopir Buskota Sodomi Siswa SD

PALEMBANG   —   Kejahatan asusila yang dikenal oleh korbannya kembali terjadi. Kali ini aksi pencabulan (sodomi) dilakukan oleh seorang sopir buskota terhadap siswa kelas tiga di sebuah Sekolah Dasar yang ada di kawasan Kertapati berinisial AR (9) yang tak lain masih tetangga pelaku.

Dengan iming-iming uang sebesar Rp 20 ribu, Pelaku (LD) warga Jalan Ki Kemas Rindo Kelurahan Ogan Baru ini berhasil mencabuli korban di area persawahan yang tak jauh dari rumah korban dan pelaku. Aksi ini terungkap setelah Rus (40) ibu korban melaporkan peristiwa yang dialami anaknya tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang Senin (1/10) pagi.

Dihadapan petugas, Rus menceritakan jika kejadian yang dialami anaknya tersebut terjadi pada Minggu (23/9) sekitar pukul 12.00 WIB, di sawah yang berada tak jauh dari rumahnya.

- BACA JUGA  Underecover, 1140 Pil Ekstasi Diamankan

“Saya tau dari anak saya (korban-red) pak, katanya duburnya berdarah habis di sodomi oleh LD,” ucap Rus, saat diwawancarai diruang SPKT Polresta Palembang.

Dari penjelasan anaknya AR yang sudah di Sodomi oleh LD, lanjut Rus, berawal saat korban dan terlapor bertemu di jalan. Lalu, dengan mengiming-imingi uang Rp 20 ribu, terlapor LD yang diketahui bekerja sebagai sopir bus kota jurusan KM12 – Kertapati, mengajak korban ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di persawahan tak jauh dari rumahnya.

“Sampai disitu, kata anak saya celananya dibuka oleh LD. Lalu, LD memasukkan barangnya itu ke dalam dubur anak saya pak. Anak saya ini pulang nangis-nangis, karena duburnya berdarah pak. Katanya sudah dua kali, dia di sodomi oleh LD disawah,” ungkap ibu rumah tangga ini.

- BACA JUGA  Kembali Jual Narkoba, IRT Residivis Kembali Diamankan

Ditempat yang sama, KA SPKT Polresta Palembang, Iptu Heri melalui KA SPK Ipda Dofan, membenarkan adanya laporan korban dugaan tindak pidana undang-undang no.35 tahun 2014, tentang cabul terhadap anak dibawah umur.

“Ya, memang benar adanya laporan korban tindak pidana pencabulan anak dibawah umur. Diketahui dari laporan korban, terlapor merupakan tetangganya sendiri. Sekarang laporannya akan kita serahkan ke unit Reskrim, untuk ditindaklanjuti,” tutupnya. (Cdr)