Beranda Kriminal Simpan Sabu Dalam Anus, Satu Penumpang Pesawat Diamankan

Simpan Sabu Dalam Anus, Satu Penumpang Pesawat Diamankan

PALEMBANG — Berbagai cara yang dilakukan para pengedar narkoba untuk menghindari pemeriksaan petugas. Salah satunya dengan cara menyimpan narkoba di dalam anus seperti yang dilakukan oleh seorang warga Batam bernama Andi Nugroho (34).

Tersangka diamankan Petugas Avsec bandara internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, sesaat setelah turun dari pesawat salah satu maskapai penerbangan dengan nomor penerbangan QG 988 dari Batam tujuan Palembang, pada Rabu (31/7) sekitar pukul 18.00 WIB.

Andi diamankan petugas karena mencoba menyelundupkan Narkoba jenis Sabu-sabu seberat 1,09 gram, yang terbungkus lem isolasi warna hitam, dengan cara metode swallow atau dimasukkannya ke dalam anusnya.

- BACA JUGA  Mobil Dirusak, HP Dirampas, Sopir Gocar Lapor Polisi

Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel (BNNP) AKBP Agung Sugiyono, saat di wawancarai diruang kerjanya, pada Kamis (1/8) siang, membenarkan adanya salah satu penumpang maskapai penerbangan yang diamankan karena diduga membawa Narkoba jenis Sabu Sebanyak 1,09 Gram.

“Awalnya disangka tidak ada barang tersebut ditubuh korban. Namun, terus kita cari karena terlihat kecurigaan dari muka korban yang khawatir. Lalu, saat di periksa dirumah sakit dan diberi obat, tidak lama keluar dari anus pelaku dua balutan Narkoba,” ungkap Agung Sugiyono.

Masih dikatakan Agung, BNNP Sumsel masih akan mengembangkan kasus ini dari siapa bandar dan kepada siapa akan di serahkan.

- BACA JUGA  Asyik Foto Selfie di Jembatan Ampera, Dua Calon Anggota TNI Kena Todong

“Pelaku ini memasukkan Narkoba tersebut kedalam anusnya, dengan cara berpuasa dari pagi hingga malam, baru barang tersebut dimasukkannya kedalam anus. Menurut pengakuan pelaku, ia diperintahkan oleh seseorang dari Jakarta untuk membawa barang tersebut ke Palembang, dan rencana akan di edarkan di Palembang,” jelasnya.

Sedangkan tersangka Andi mengakui bahwa dia disuruh oleh seseorang untuk mengantarkan Narkoba tersebut ke Palembang. “Saya dijanjikan akan diupah, namun baru diberi uang sebesar 2 juta, untuk biaya selama perjalanan. Baru sekali ini saya berbisnis Narkoba seperti ini pak,” ungkapnya. (Cdr)